Minggu, 05 September 2010

cerita cerita di kereta

iyaaap kereta adalah salah satu tempat dimana gue harus bertaruh menyelamatkan segala yang gue punya , mulai dari barang barang sampe harga diri ,

yaak ini adalah cerita gue waktu gua masih bermuka polos tanpa jerawat , tepatnya saat gue sd .
huaaa akhirnya hari yang bikin gue pengen muntah darah bercampur dengan kotoran sapi berakhir juga . dan dengan wajah ceria nan mempesona , gue dan rara balik ke rumah .
rara itu temen gue dari kelas 4 sd , dia tuuh temen yang multifungsi deh buat gue , bisa buat ngakak, buat belajar, buat gibah, dan hal hal maksiat yang lainnya #haha ngga deng kita anak baik baik koo :D
seperti biasanya kita pulang dengan kereta , dan pasti banget yang namanya di kereta itu , banyak hal hal yang harusnya ngga terjadi tapi malahan terjadi, misalnya kaya waktu gue baru balik sekolah juga terus ngeliat ada tukang buah berjualan di kereta dengan menggunakan helm ! waaaw hellooo lo pikir kalo lo pake helm lo taat peraturan dan ngga akan di tilaang ? ! ini kan di atas keretaaa , bukan lagi nyetir motoor bang ! -___-
terus lagi , ada juga orang yang gue ragukan kewarasanya karena waktu dia naik kereta , dia langsung mengucapkan salam bak ibu ibu buka acara majelis takalim sambil jerit jerit kaya orang disunat, trus brutalnya , dia ngemis ngemis dengan mukanya yang luar biasa horror ke depan muka gue yang polos ini, dan dia manggil gue dengan sebutan KAKA ! oh God , apa salah dan dosaku hingga aku harus dipanggil dengan penuh rasa kasih sayang oleh orang sehorror inii ? akhirnya dengan otak dan pikiran pendek , gue langsung ikutan ngejerit garagara takut dan ngga tau harus ngapain, tapi ironisnya gue malahan diketawain sama orang orang yang ngeliat ketololan gue . hwaaaaa sadiiis kaya afgaaan !

 ini dia part yang bikin gue malu , kenapa gue harus terlahir dengan otak ceroboh macam inii. oh tuhaaaaaan ! semuanya berawal dari niat baik gue untuk belajar berbagi sama orang yang membutuhkan #ohh betapa baiknya hati anak inii. #gambar angel turun dari bajaj *looh ?!
di kereta ini gue selalu berbincang bicang sama rara tentang apapun termasuk penghargaan buat pengemis , yaak kita berdua emang unik sekaligus sedikit memiliki otak yang melenceng. kita bikin list pengamen dan pengemis teramah sama orang orang termasuk sama kita .di kereta itu gue langsung  bilang sama rara kalo gue udah punya jawaban tentang award kita .
'Ra, gue udah punya option yang bagus dong buat award pengemis teramah '
'siapa fik siapa ?' si rara ngomong dengan semangat adolf hitler menghancurkan polandia.
'itu looh raaa, yang ibu ibu suka gendong anak yang kakinya buntung '
' oh yaaaa gua tau fik ! '

iyaa kita memang sangat nyambung dalam membicarakan hal apapun dengan bahasa apapun  bahkan dengan bahasa kalbu sekalipun .

ngga lama pengemis itu lewat di depan gue sama rara .
gue , ' Ra , itu dia itu dia mereka ! '
'iyaaa gua juga udah liat '

gue pun dengan gaya sok angel senyum manis ke mereka dan memberikan sedekah dari uang jajan gue .
yaaaap ! sukses , mereka ramah banget ! mereka ngedoain yang baik baik buat gue sama rara juga setelah gue ngasih dia sedekah .

besoknya , dengan gaya sok angel turun dari bajaj lagi , gue ngasih sedekah lagi ke mereka , tapi kali ini gue ngga beruntung . ternyata pemikiran gue tentang pemberian sedekah akan berbuah manis harus gue hapus secepatnya dari otak gue , karena ini adalah malapetaka yang mengancam buat gue.

 (sambil ngeluarin duit) 'inii buu , semoga berkah yaa' *senyum lebar ala joker 
'makasih yaa neng ' kata si ibu dengan muka sumringahnya .

 belakangan gue baru sadar kalo duit yang gue kasih adalah sebesar lima ribu , sedangkan budget gue buat sedekah hari itu adalah cuma seribu . mampus .

dengan muka so ngga bersalah gue bilang 'bu maaf uangnya salah , harusnya yang ini' *ngeluarin uang seribu sambil ngorek ngorek kantong duit ibu ibu itu nyari duit gue yang goceng tadi. goblok banget emang gue .
akhirnya si ibu pergi .
daan si rara ketawa puaass atas apa yang telah menimpa sahabatnya ini . waaa tragiisss.














 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar